foto : pexels.com

MEKANISME BARU DARI PAJAK PULSA, PERDANA DAN TOKEN LISTRIK

Dengan munculnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/ PMK.03/ 2021 di akhir Januari lalu terjadi perubahan mekanisme baru pada pajak token listrik, pulsa seluler dan perdana ponsel. Hal itu memicu pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat yang masih awam dengan perubahan penarikan pajak untuk tiga item tersebut.

Memang kebutuhan listrik dan pulsa seluler untuk sekarang sudah tidak bisa dihindarkan lagi, apalagi terdapat banyak kegiatan yang mengharuskan untuk daring. Demi menjaga keseimbangan dan memperjelas dasar perpajakan dalam hal tersebut Kementerian Keuangan memberikan solusi dengan memunculkan Peraturan Menteri Keuangan atau PMK di atas.

Masyarakat tidak perlu khawatir karena hal tersebut hanyalah perubahan pada mekanisme pajak. Jadi tidak ada perubahan yang signifikan dan diyakini tidak akan terjadi kenaikan harga pada 3 hal tersebut. Karena terhitung sama saja dengan sebelumnya, hanya berbeda untuk mekanisme perpajakannya.

Pajak sendiri adalah sesuatu hal yang diberikan oleh rakyat dan yang nantinya akan diberikan untuk kepentingan rakyat pada akhirnya. Jadi hal itu untuk kepentingan rakyat dan agar lebih tertata secara hukum. Seperti yang sudah dijelaskan mekanisme baru ini tidak akan membebani harga jenis-jenis kebutuhan tersebut.

Mekanisme Baru pada Pajak Pulsa

Berikut ini penjelasan mekanisme baru perihal pajak pada pulsa seluler. Seperti penjelasan di atas hal tersebut diberikan demi terciptanya kepastian hukum untuk penjualan tiga jenis item tersebut. Selain untuk mendapatkan kepastian hukum, khusus untuk penarikan pajak pada pulsa seluler ditujukan untuk penyederhanaan saja.

Dalam sistem sebelumnya Pajak Pertambahan Nilai atau PPN untuk harga pulsa diberlakukan pajak bertingkat dari distributor utama hingga ke tangan konsumen. Pada peraturan baru ini nantinya PPN hanya akan dikenakan pada distributor tingkat I hingga distributor tingkat II saja.

Tentu hal ini agar penarikan pajak menjadi lebih dipastikan, jadi jika sampai ke tangan penjual eceran atau konsumen nantinya tidak akan dikenakan pajak tersendiri lagi. Intinya hanya sistem perpajakan disederhanakan saja. Untuk harga nantinya tidak akan ada kenaikan atau semacamnya.

Jadi untuk masyarakat jangan khawatir dan panik perihal perubahan serta peringkasan sistem perpajakan saja. Hal ini juga dilakukan agar nantinya distributor setelahnya hingga penjual eceran tidak menjadi bingung perihal perhitungan PPN untuk penjualan pulsanya. Karena sudah diringkas pada tingkat distribusi sebelumnya.

Baca Juga : Jangan Lupa Ambil Token Listrik Gratis Dari PLN

Mekanisme Baru Pajak Token Listrik dan Kartu Perdana

Untuk penjualan dan sistem pemberian pajak yang berlaku untuk dua item lainnya yaitu token listrik serta kartu perdana juga tidak terjadi perubahan signifikan. Pasalnya, hal itu nantinya tidak memberikan perubahan apalagi naiknya harga untuk dua item tersebut. Jadi Anda tidak perlu mengkhawatirkan isu-isu pemberian pajak.

Karena tentunya hanya berpengaruh kepada mekanisme pemberian pajak yang baru saja, hasil akhirnya akan tetap sama. Tetapi berbeda dengan mekanisme yang berlaku pada penjualan pulsa seluler, untuk perpajakan pada token dan kartu perdana ini sendiri memiliki mekanisme tersendiri.

Yaitu penarikan pajak nantinya akan dibebankan kepada selisih dari nominal dengan harga yang dipasang penjual pada kartu perdana atau token. Hal tersebut berarti misalnya penjual memberikan harga pada token listrik dengan nominal 200 ribu dan dijual ke konsumen dengan harga 207 ribu.

Maka angka yang nantinya akan dikenakan pajak adalah 7 ribu tersebut bukan 200 ribu. Mekanisme perhitungan sederhananya juga akan berlaku pada penjualan kartu perdana. Jadi yang dikenakan pajak adalah angka pada selisih yang diberikan dari penjualnya saja, tidak semuanya.

Peraturan dari Menteri Keuangan tersebut sudah mulai berlaku dari tanggal Senin, 1 Februari 2021. Jadi diharapkan tidak terjadi kegaduhan dengan adanya perubahan mekanisme pajak oleh PMK ini. Karena tidak berpengaruh langsung kepada harga token, pulsa serta voucher perdana nantinya.