foto : tangkapan twibbon kukuh napaki

PROFIL PERAIH MEDALI EMAS OLIMPIADE TOKYO 2020 GREYSIA POLII DAN APRIYANI RAHAYU

PROFIL GREYSIA POLII

Greysia Polii (lahir di Jakarta, 11 Agustus 1987; usia 33 tahun; kerap dipanggil dengan nama Greys) ialah salah satu atlet bulu tangkis ganda Indonesia pada nomor ganda putri. Atlet berdarah Minahasa ini ialah putri dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi ini awal-awal berpasangan dengan Jo Novita di bermacam-macam arena. Dia mulai bergabung di regu Piala Uber Indonesia semenjak tahun 2004 dan juga tahun 2008.

Greysia Polii lahir di Jakarta dari pasangan berdarah Minahasa, Willy Polii dan Evie Pakasi. Dia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Dia tinggal di Jakarta sampai ayahnya meninggal dunia ketika dia berusia 2 tahun. Greysia kemudian pindah ke Manado, dimana dia menghabiskan masa kecilnya. Dia berminat untuk bermain bulu tangkis mengikuti jejak dari kakaknya, Deyana Lomban, yang juga eks atlet bulu tangkis nasional Indonesia. Talenta bulu tangkisnya mulai timbul dikala dia berusia enam tahun. Pada 1995, dia dan ibunya pindah ke Jakarta untuk menerima pelatihan dan peluang bermain bulu tangkis yang lebih baik. Dia kemudian bergabung ke klub bulu tangkis Jaya Raya Jakarta. Dia mengidolakan Susi Susanti dan Zhang Ning.

Baca Juga : ASURANSI MOBIL SINAR MAS

Ketika dia menjadi member klub, Retno Koestijah menyadari bahwa Greysia yang ketika itu berusia 14 tahun mempunyai talenta untuk menjadi atlet ganda. Retno memindahkan Greysia dari pemain tunggal ke ganda. Keputusan hal yang demikian membuahkan hasil yang bagus sampai Greysia bergabung ke regu nasional bulu tangkis pada 2003.

TRENDING :  SYARAT DAN CARA CEK SERTA DAFTAR BANTUAN TUNAI PPKM DARURAT YANG AKAN CAIR

Karier

2003–2005: Permulaan karir dan gelar Kejuaraan Nasional

Greysia mengawali karirnya sebagai atlet ganda putri dan campuran. Dia dipasangkan dengan Heni Budiman dan sukses menempuh tahap semifinal pada turnamen Malaysia Satellite 2003. Dia juga memenangkan gelar Kejuaraan Nasional Bulu Tangkis bersama Heni. Mereka menumbangkan pasangan dari Kalimantan Timur, Indarti Issolina dan Angeline de Pauw, dengan nilai 8–15, 15–8, 15–7.

Pada 2004, Greysia menolong regu nasional junior untuk menerima medali perunggu pada nomor beregu putri Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia dan beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior. Dia juga menerima medali perak pada nomor ganda campuran bersama Muhammad Rijal dan medali perunggu pada nomor ganda putri bersama Heni Budiman. Dia mengawali debutnya bersama regu nasional di Piala Uber pada 2004, dikala regu hal yang demikian sukses menempuh tahap perempat final.

2008–Kini

Pada pertengahan tahun 2008, dia mulai berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari sebab umur Jo Novita yang tak lagi muda dan tak dapat diinginkan membangkitkan prestasi di sektor ganda putri dengan Greysia Polii lagi. Di permulaan tahun 2009, prestasi Greysia Polii dengan Nitya belum menampilkan prestasi, apalagi dengan hengkangnya Vita Marissa dari pelatnas, karenanya pelatnas memerlukan daya di sektor ganda putri. Salah satu elemen yang menyokong pencarian daya di sektor ganda putri sebab pada tahun itu, akan diselenggarakan Sudirman Cup di Guangzhou, Cina.

TRENDING :  MATA LELAH KARENA GADGET, INI SOLUSINYA

Profil Apriyani Rahayu

Apriyani Rahayu (lahir di Kabupaten Konawe, 29 April 1998; umur 23 tahun) adalah pebulutangkis Indonesia spesialis ganda putri dan ganda campuran ketika junior. Di level senior, dia menjadi pebulutangkis spesialis ganda putri. Ia merupakan peraih medali perunggu ganda putri Kejuaraan Dunia 2018 di Tiongkok serta Asian Games 2018 di Jakarta. Dalam karirnya sebagai pebulutangkis, Apriani pernah berpasangan dengan beberapa pemain seperti Fachriza Abimanyu, Panji Akbar Sudrajat, Rosyita Eka Putri Sari, Rinov Rivaldy, Jauza Fadhila Sugiarto, Agripinna Prima Rahmanto Putra, dan saat ini bersama Greysia Polli.

Baca Juga : CARA DAFTAR BANSOS UMKM

Karier

Apriyani mulai berlatih bulutangkis di Jakarta pada akhir tahun 2011 di Klub Pelita Bakrie. Kemudian pada pertengahan 2015, ia bermigrasi klub ke Jaya Raya Jakarta. Apriyani ikut serta memperkuat bulutangkis Indonesia semenjak tahun 2014 sampai 2016 di jenjang junior. Di Kejuaraan Dunia Junior 2014 Apriyani berpasangan dengan Rosyita Eka Putri Sari di nomor ganda putri. Mereka meraih medali perak sesudah ditumbangkan pasangan Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan di final dengan poin 21–11, 21–14. Dua tahun kemudian pasangan Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan menjadi Jawara Dunia dan meriah peringkat pertama pada tahun 2017. Bersama Greysia Polli berhasil mendapatkan Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020.

 

Sumber Artikel 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *