TRADING SAHAM HALAL ATAU HARAM? BEGINI PENJELASANNYA

Popularitas trading saham kini semakin dinikmati oleh kalangan anak muda maupun orang tua. Meskipun banyak orang yang membicarakan terkait besarnya keuntungan yang diperoleh, namun tidak sedikit yang mempertanyakan hukum trading saham menurut Islam. Jika penasaran apakah trading saham halal atau haram, maka simak pembahasan berikut ini:

Bagaimana Hukum Trading Saham dalam Islam?

Saham merupakan surat berharga yang menjadi bukti kepemilikan terhadap sebuah perusahaan. Sementara trading saham yaitu kegiatan jual beli saham yang memanfaatkan adanya fluktuasi harga pasar. Menurut MUI, ada tiga pendapat terkait investasi saham. Pendapat pertama menyebutkan bahwa jual beli saham hukumnya boleh, sebab pemegang saham merupakan mitra perusahaan.

Kemudian pendapat yang kedua menjelaskan bahwa hanya saham perusahaan dagang dan manufaktur saja yang diperbolehkan untuk investasi. Sementara pendapat ketika memperbolehkan trading saham dengan syarat harus memperhatikan aturan yang yang berlaku pada perusahaan. Dari beberapa pendapat tersebut hukum trading saham dapat dilihat dari kesesuaiannya terhadap ajaran Islam.

Untuk menilai trading halal tidaknya trading saham, dapat menggunakan tiga elemen dasar. Yaitu prosedur transaksi saham, cara penerbitan saham serta pengelolaan perusahaan. Jika ketiga elemen tersebut dijalankan berdasarkan prinsip syariah atau ajaran Islam, maka trading saham halal dan diperbolehkan.

Saham yang Dapat Diperjualbelikan Menurut Ajaran Islam

Di Indonesia ada banyak sekali saham syariah yang bisa dipilih untuk investasi. Namun seorang trader harus tahu terlebih dahulu terkait syarat saham yang halal. Ada beberapa syarat agar suatu saham dapat diperjualbelikan sesuai ajaran Islam. Dengan memenuhi syarat ini, maka trading saham dapat dikatakan halal. Berikut ini beberapa syarat yang perlu dipenuhi oleh sebuah saham:

1. Saham Harus Berbentuk Barang

Dalam sebuah perusahaan diperlukan mekanisme yang jelas, terlebih terkait aset yang berbentuk barang. Sebab dalam jual beli saham maka tidak hanya dalam bentuk uang saja. Apabila suatu emiten menjual saham, maka saham yang dijual tersebut tidak boleh dapat bentuk bursa. Melainkan harus diperjualbelikan dalam bentuk barang.

2. Emiten atau Perusahaan Harus Memenuhi Kriteria

Trading saham halal jika perusahaan yang menjual saham tersebut sudah memenuhi beberapa kriteria tertentu. Salah satunya adalah tidak terdapat kegiatan yang melanggar prinsip syariah. Seperti kasino, jual beli minuman keras, judi maupun memiliki hutang yang lebih dominan di lembaga yang riba.

3. Aset Barang Harus Lebih Dominan

Umumnya sebuah perusahaan memiliki banyak aset, seperti piutang, jasa dan lainnya. Aset-aset tersebut harus lebih dominan ke dalam aset barang. Apabila terdapat banyak barang maka perlu menentukan barang mana yang dijadikan underlying. Setiap underlying asset harus memiliki nilai yang ekonomis, tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan bukan merupakan hal yang dilarang.

4. Memiliki Underlying Asset

Di dalam prinsip syariah, saham wajib memiliki underlying asset. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya transaksi money for money yang merupakan transaksi riba. Underlying asset sendiri merupakan aset keuangan yang digunakan dalam identifikasi perjanjian nilai kontrak. Perjanjian ini berisi tentang pertukaran aset, uang maupun nilai tertentu di masa yang akan datang.

Itulah pembahasan mengenai hukum trading saham Islam. Apabila ditanya terkait trading saham halal atau haram maka fatwa MUI menyebutkan kegiatan tersebut diperbolehkan atau mubah. Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk jual beli saham sebaiknya pahami terlebih dahulu terkait jenis saham. Apakah di dalamnya terdapat kegiatan yang dapat menyebabkan trading menjadi haram atau tidak.