BAGAIMANA CARA DAPAT BANSOS IBU HAMIL DAN ANAK

Pada tahun ini, Pemerintah secara resmi meluncurkan program baru dalam penyaluran dana bantuan sosial (bansos) tunai. Program baru ini adalah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada Ibu Hamil dan Anak usia dini hingga anak sekolah Program ini disalurkan melalui 4 tahap, yakni pada Januari, April, Juli dan Oktober. Penyaluran dana dilakukan melalui Himpunan Bank Negara, yakni BNI, BRI, Mandiri dan BTN..

Kriteria Penerima

Dikutip dari Indonesia.go.id, bagi Anda yang ingin menerima bantuan PKH, ada beberapa kriteria yang harus diketahui:

1. Kategori Keluarga Kurang Mampu

Program Keluarga Harapan (PKH) diperuntukkan bagi keluarga yang kurang mampu.

PKH merupakan keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang memiliki komponen kesehatan dengan kriteria ibu hamil/menyusui, anak berusia nol sampai dengan enam tahun.

Baca Juga :  INI SYARAT AGAR LOLOS, PROGRAM BLT UMKM DIPERPANJANG SAMPAI 2021, CEK DISINI PERSYARATAN DAN CARA DAFTAR ONLINE NYA

Berikut aturan yang wajib dipenuhi oleh ibu hamil setelah menerima bantuan, di antaranya:

1. Selama kehamilan, wajib melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan selama 4 kali, yakni:

– Usia kehamilan 0-3 bulan

– Usia 4-6 bulan

– Dua kali di usia kehamilan 7-9

2. Pada masa pemeriksaan, ibu hamil akan mendapatkan suplemen vitamin untuk menjaga kesehatan Bunda dan bayi kandungan.

3. Apabila ibu melahirkan, wajib memperoleh pertolongan di fasilitas kesehatan

Baca Juga : Cara Dapat Bansos Tunai 500 Ribu untuk Non PKH

Cara mendapatkan bantuan PKH

1. Ibu hamil wajib memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS)

2. Apabila ibu hamil belum memiliki KPS, bisa mengajukan permohonan kepada RT/RW lalu disampaikan ke kelurahan

3. Apabila yang bersangkutan memang layak mendapatkan dana bantuan, maka kepala desa akan melaporkan ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan

Baca Juga :  HOAKS DANA HAJI DIPAKAI PEMERINTAH, INI FAKTANYA

Setelah prosedur tersebut terpenuhi, yang bersangkutan bisa menerima kartu PKH dan mengambil haknya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

 

2. Komponen Pendidikan

Untuk komponen pendidikan dengan kriteria anak mulai SD/MI,SMP/MTs, SMA/SMK sederajat dan anak usia 6-21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

BLT senilai Rp 3,4 Juta itu adalah total dalam 1 tahun dimana rinciannya adalah sebagai berikut :

  • Siswa SD/MI atau sederajat mendapatkan bantuan sebesar Rp 900.000/tahun atau Rp 75.000/bulan.
  • Siswa SMP/MTS atau sederajat mendapatkan bantuan sebesar Rp 1.500.000/tahun atau Rp 125.000/bulan
  • Siswa SMA/SMK/MA atau sederajat mendapatkan bantuan sebesar Rp 2.000.000/tahun atau Rp 166.000/bulan

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan BLT ini diharapkan bisa memberikan banyak manfaat untuk menunjang pembelajaran dengan sistem daring ini selama pandemi yang masih saja terus tumbuh.

Baca Juga :  MEKANISME BARU DARI PAJAK PULSA, PERDANA DAN TOKEN LISTRIK

Syarat untuk Siswa atau anak sekolah agar bisa mendapatkan BLT ini adalah keluarga mereka yang masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Dimana PKH itu sendiri merupakan salah satu program pemerintah dalam pemberian bantuan sosial masyarakat keluarga miskin yang sudah ditetapkan dan terdaftar sebagai penerima manfaat, atau sering disebut dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Program BLT untuk anak sekolah yang total nilainya Rp 3,4 juta ini akan diberikan dalam waktu 1 tahun dengan pencairannya sebanyak 4 kali yaitu bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Pencairan dana batuannya bisa melalui Bank negara yang telah ditunjuk sebagai penyelenggara penyerahan bantuan tunai diantaranya Bank BRI, Mandiri, BNI dan BTN.